Apabila
sebuah perlombaan digelarkan, maka banyak pula orang-orang berbondong untuk
mengikutinya, apalagi bila panitia penyelenggara perlombaan tersebut
mengumumkan berbagai jenis hadiah, yang sangat menggiurkan. Begitu pula dengan
kehidupan didunia ini Allah Subhanahu Wata’ala telah menyelenggarakan
banyak beribu-ribu perlombaan, perlombaan amal ibadah, perlombaan menabung
untuk akhirat, dan ada juga perlombaan untuk menjaga kitab suci-Nya yakni
Al-Qur’an Al-karim. Disana pula Allah Subhanahu Wata’ala telah banyak menyediakan
berbagai hadiah yang sangat tiada tara indahnya.
Tapi
banyak kaum muslimin yang masih belum sadar akan perlombaan tersebut, padahal
notabenenya mereka mengaku bahwa kitab suci mereka adalah Al-Qur’an. Mereka
lalai akan perlombaan tersebut dengan kehidupan dunia yang sangat fana.
Al-Qur’an juga adalah kitab petunjuk untuk seluruh manusia, lalu berapa
banyakkah para penjagaNya ? apakah mereka tidak tahu akan keutamaan para
penjaga Al-Qur’an tersebut ? bahkan mereka mengira bahwa hadiah yang diberikan
hanyalah diakhirat saia padahal Allah Subhanahu Wata’ala memberikannya
bukan hanya diakhirat melainkan dunia nan akhirat. Berikut ini kami paparkan
berbagai piyala kehormatan bagi para penghafal Al-Qur’an tersebut.
Ø
Untuk Kehidupan Dunia.
1.
Menghafal Al-Qur’an Adalah
Ciri Orang-Orang Yang Berilmu.
Allah Subhanahu Wata’ala telah berfirman dalam kitab-Nya yang
Artinya :
“Sebenarnya, Al Quran itu adalah
ayat-ayat yang nyata di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu. Dan tidak ada
yang mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang dzalim.”
(QS Al-Ankabut : 49)
Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa para penghafal Al-Qur’an mereka
layak diberi gelar professor minimal, karena mereka adalah orang-orang yang
berilmu, bukankah seorang yang menyandang gelar profesor adalah orang-orang
yang berilmu ?.
2.
Lebih Diutamakan Dari Kaum
Muslimin Lainya.
Sebuah riwayat dari hadist nabi shollallahu alaihi wasallam yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhori, tentang cerita rosulullah shollallahu alaihi
wasallam yang lebih mengutamakan yang lebih banyak hafalanya tatkala ada
dua orang Syuhada’ pada perang Uhud beliau shollallahu alaihi wasallam lebih
mengutamakan yang banyak hafalanya :
“Adalah nabi mengumpulkan di antara dua
orang syuhada Uhud kemudian beliau bersabda, “Manakah di antara keduanya yang
lebih banyak hafal Al Quran, ketika ditunjuk salah satunya, maka beliau
mendahulukan pemakamannya di liang lahat.” (HR. Bukhari)
Dan permisalan Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bagi para
penghafal Al-Qur’an.
عن ابن
عباس زضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : ((ان الذين ليس في
جوفه شيء من القران كالبيت الخرب )) رواه الترمذي, وقال : حديث حسن صحيح.
Dari Ibnu Abbas Rodhiyallahu anhuma berkata
: Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabdah : (( Sesungguhnya
orang-orang yang tidak ada dalam kerongkonganya satu ayatpun dari al-qur’an
maka dia seperti rumah yang tidak berpenghuni )). Hr. Tirmidzi, dia berkata
hadist hasan shohih.
Maka orang-orang yang sering bahkan menghapal al-qur’an sudah dipastiakan
bahwa ia ibarat sebuah istana yang sangat megah.
3.
Para Penghafal Al-Qur’an
Adalah keluarga Allah dan Orang-Orang Yang Khusus.
Sebuah
riwayat mungkin telah banyak tahu bagi para penghafal al-qur;an dari hadist rosulullah
shollallahu alaihi wasallam yang berbunyi “ ال الله
و خاصته “diriwayatkan oleh Anas ra. Ia berkata
Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah itu mempunyai keluarga yang
terdiri daripada manusia.” Kemudian Anas berkata lagi, “Siapakah mereka itu
wahai Rasulullah?” Baginda manjawab, “yaitu ahli quran (orang yang membaca atau
menghapal quran dan mengamalkannya). Mereka adalah keluarga Allah dan
orang-orang yang istimewa bagi Allah.” (HR. Ahmad)
Ø
Untuk Kehidupan Akhirat.
1.
Sebagai Syafa’at pelindung
serta penyelamat diakhirat
Perhatikan bunyi hadist Rosulullah shollallahu alaihi wasallam ini
:
عن ابي
امامة زضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم يقول : (( اقرؤوا
القران : فانه ياتي يوم القيامة شفيعا لاصحابه )) رواه مسلم
Dari Abi Umamah Rodhiyallahu anhu dia
berkata : ‘’ saya mendengar Rosulullah shollallahu alaihi wasallam bersabdah
: (( Bacalah al-qur’an : sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat sebagai
syafa’at kepada para pemegangnya ))” Hr. Muslim.
Dimana pada hari kiamat seluruh manusia sangat memerlukan Syafa’at serta
keridhoan Allah Subhanahu Wata’ala. Sudah amankah kita untuk
menghadapinya ? inilah salah satu hadiah yang Allah berikan kepada para
penghafal al-qur’an pada hari kiamat kelak.
2.
Allah Subhanahu Wata’ala
meningkatkan derajat para penghafalnya.
Sebuah hadist menyebutkan bahwa para penghafal alqu’an pada hari kiamat
kelak mereka diperintahkan untuk membaca ayat demi ayat dari al-qur’an, dan
setiap kali ayat yang ia baca akan menaikan derajatnya,
عن عبد
الله بن عمرو بن العاص زضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه و سلم قال : (( يقال
لصاحب القران : اقرا و ازتق ورتل كما كنت ترتل في الدنيا, فان منزلتك عند اخر اية
تقرؤها )) زواه ابو داود و الترمذي, وقال حديث حسن صحيح
Dari Abdillah bin Amri bin ‘Ash dari nabi
SAW. Ia bersabda, “Akan dikatakan kepada shahib quran, “Bacalah dan naiklah
serta tartilkan sebagaimana engkau mentartilkan Al Quran di dunia, sesungguhnya
kedudukanmu di akhir ayat yang kau baca.” (HR Abu Daud dan At-Tirmidzi).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar