Kebanyakan
orang beranggapan bahwa shodaqoh atau berinfaq itu akan mengurangi harta,
padahal pada kenyataannya bahwa dengan bershodaqoh akan melimpah ruah berkah
dalam harta tersebut, menjadi berlipat-lipat. Banyak didapatkan kisah-kisah
pada zaman Rosulullah atau bahkan pada zaman sekarang ini, bukti nyata akan
keberkahan ‘’shodaqoh’’. Rosulullah sholallahu alaihi wasalam pun telah
bersabdah dalam ha distnya :
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang
hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim,
no. 2588)
Allah subhanahu
wata’ala pun akan banyak memberikan keberkahan dalam harta orang-orang yang
gemar bersedekah, tidak seperti bayangan kebanyakan orang-orang, bahwa shodaqoh
itu akan mengurangi harta. Melainkan Allah akan melipatgandakan kemuliaanya
orang-orang yang gemar bersodaqoh tersebut, di dunia maupun diakhirat kelak,
keberkahan dalam harta dan keluarganya.
Diantaranya
fadhilah dan keutamaan orang-orang yang gemar bersedekah dalam al-qur’an maupun
hadist Rosulullah sholallahu alaihi wasalam sebagai berikut :
Ø
Dilipatgandakanya pahala.
Allah subhanahu wata’ala berfirman
dalam al-qur’an :
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً
حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang
bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah
pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka;
dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
Ø
Mendapatkan naungan pada
hari kiamat kelak.
Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah
dalam hadistnya yang menjelaskan 7 orang yang akan mendapatkan naungan khusus
pada hari kiamat, hari dimana tidak ada lagi nanungan selain naungan dari Allah
subhanahu wata’ala diantara orang yang akan mendapatkan naungan khusus
pada hari kiamat tersebut adalah :
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق
يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan
tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya
tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no.
1421)
Ø
Allah subhanahu wata’ala
akan memberikan pintu surge khusus.
Rosulullah sholallahu alaihi wasalam
bersabdah dalam hadistnya bahwa orang-orang yang bersedekah akan dipanggil dari
pintu surga, baik dari golongan yang gemar mendirikan sholat ataupun dari
pasukan kaum muslimin. Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah :
من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن
كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة،
ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي
من باب الصدقة
“Orang memberikan penyumbangan
dari dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari
pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia
berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan
dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil
dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan
dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)
Ø
Seorang yang bersedekah
akan merasakan ketenangan dalam dada dan hatinya.
Permisalan yang sangat indah telah Rosulullah
sholallahu alaihi wasalam gambarkan mengenai orang yang berinfak dengan
orang yang kikir. Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah dalam
hadistnya :
مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما
إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ،
أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد
أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ،
فهو يوسعها ولا تتسع
“Perumpamaan orang yang pelit
dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang
bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah,
dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya.
Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan
bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia
merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha
melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)
Bila hal ini, telah banyak kita
buktikan sendiri, seolah-olah kita terbebas dari sebuah hal yang sangat
mengekang. Shodaqoh pula sebagai tanda keimananya seseorang hamba kepada Allah subhanahu
wata’ala Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah :
والصدقة برهان
“Sedekah adalah bukti.” (HR.
Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu
bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena
merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)” maka orang yang
bersedekah itu akan merasakan ketenangan dan juga merasa bahwa ia pula membenarkan
keimananya. Lain halnya dengan orang-orang yang kikir, mereka yang enggan
menyalurkan atau meminjamkan hartanya kepada Allah subhanahu wata’ala,
padahal milik siapakah seluruh alam semesta ini….??? Orang yang kikir tersebut
akan merasakan ketidak nyamanan kehidupan, akan merasa takut terhadap harta
mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar