Minggu, 21 Agustus 2016

Matematika Allah Tentang Shodaqoh.

                Kebanyakan orang beranggapan bahwa shodaqoh atau berinfaq itu akan mengurangi harta, padahal pada kenyataannya bahwa dengan bershodaqoh akan melimpah ruah berkah dalam harta tersebut, menjadi berlipat-lipat. Banyak didapatkan kisah-kisah pada zaman Rosulullah atau bahkan pada zaman sekarang ini, bukti nyata akan keberkahan ‘’shodaqoh’’. Rosulullah sholallahu alaihi wasalam pun telah bersabdah dalam ha distnya :
ما نقصت صدقة من مال وما زاد الله عبدا بعفو إلا عزا
“Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)
                Allah subhanahu wata’ala pun akan banyak memberikan keberkahan dalam harta orang-orang yang gemar bersedekah, tidak seperti bayangan kebanyakan orang-orang, bahwa shodaqoh itu akan mengurangi harta. Melainkan Allah akan melipatgandakan kemuliaanya orang-orang yang gemar bersodaqoh tersebut, di dunia maupun diakhirat kelak, keberkahan dalam harta dan keluarganya.
                Diantaranya fadhilah dan keutamaan orang-orang yang gemar bersedekah dalam al-qur’an maupun hadist Rosulullah sholallahu alaihi wasalam sebagai berikut :
Ø  Dilipatgandakanya pahala.
Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam al-qur’an :
إِنَّ الْمُصَّدِّقِينَ وَالْمُصَّدِّقَاتِ وَأَقْرَضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعَفُ لَهُمْ وَلَهُمْ أَجْرٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipat-gandakan (ganjarannya) kepada mereka; dan bagi mereka pahala yang banyak.” (Qs. Al Hadid: 18)
Ø  Mendapatkan naungan pada hari kiamat kelak.
Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah dalam hadistnya yang menjelaskan 7 orang yang akan mendapatkan naungan khusus pada hari kiamat, hari dimana tidak ada lagi nanungan selain naungan dari Allah subhanahu wata’ala diantara orang yang akan mendapatkan naungan khusus pada hari kiamat tersebut adalah :
رجل تصدق بصدقة فأخفاها، حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه
“Seorang yang bersedekah dengan tangan kanannya, ia menyembunyikan amalnya itu sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari no. 1421)
Ø  Allah subhanahu wata’ala akan memberikan pintu surge khusus.
Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah dalam hadistnya bahwa orang-orang yang bersedekah akan dipanggil dari pintu surga, baik dari golongan yang gemar mendirikan sholat ataupun dari pasukan kaum muslimin. Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah :
من أنفق زوجين في سبيل الله، نودي في الجنة يا عبد الله، هذا خير: فمن كان من أهل الصلاة دُعي من باب الصلاة،
 ومن كان من أهل الجهاد دُعي من باب الجهاد، ومن كان من أهل الصدقة دُعي من باب الصدقة
“Orang memberikan penyumbangan dari dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari no.3666, Muslim no. 1027)
Ø  Seorang yang bersedekah akan merasakan ketenangan dalam dada dan hatinya.
Permisalan yang sangat indah telah Rosulullah sholallahu alaihi wasalam gambarkan mengenai orang yang berinfak dengan orang yang kikir. Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah dalam hadistnya :
مثل البخيل والمنفق ، كمثل رجلين ، عليهما جبتان من حديد ، من ثديهما إلى تراقيهما ، فأما المنفق : فلا ينفق إلا سبغت ،
 أو وفرت على جلده ، حتى تخفي بنانه ، وتعفو أثره . وأما البخيل : فلا يريد أن ينفق شيئا إلا لزقت كل حلقة مكانها ،
 فهو يوسعها ولا تتسع
“Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari no. 1443)
Bila hal ini, telah banyak kita buktikan sendiri, seolah-olah kita terbebas dari sebuah hal yang sangat mengekang. Shodaqoh pula sebagai tanda keimananya seseorang hamba kepada Allah subhanahu wata’ala Rosulullah sholallahu alaihi wasalam bersabdah :
والصدقة برهان
                “Sedekah adalah bukti.” (HR. Muslim no.223)
An Nawawi menjelaskan: “Yaitu bukti kebenaran imannya. Oleh karena itu shadaqah dinamakan demikian karena merupakan bukti dari Shidqu Imanihi (kebenaran imannya)” maka orang yang bersedekah itu akan merasakan ketenangan dan juga merasa bahwa ia pula membenarkan keimananya. Lain halnya dengan orang-orang yang kikir, mereka yang enggan menyalurkan atau meminjamkan hartanya kepada Allah subhanahu wata’ala, padahal milik siapakah seluruh alam semesta ini….??? Orang yang kikir tersebut akan merasakan ketidak nyamanan kehidupan, akan merasa takut terhadap harta mereka.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar